Kesulitan Introvert Menemukan Kata-Kata Dan Merangkainya

Kesulitan Introvert Menemukan Kata-Kata Dan Merangkainya

"Kaum introvert sering kali merasa kesulitan untuk menemukan kata-kata yang mereka inginkan ketika mereka sedang berbicara. Otak kita memfungsikan banyak area yang berbeda.."




Proses Introvert


Kaum introvert berjalan dengan kepala yang penuh oleh pikiran dan perasaan. Mereka selalu merenung, membandingkan pengalaman lama dengan pengalaman mereka yang baru. Sering kali mereka berbicara dengan diri mereka sendiri. Karena hal tersebut merupakan suatu pengalaman biasa bagi mereka, mereka mungkin tidak menyadari bahwa pikiran orang lain tidak bekerja dengan cara yang sama. Beberapa introvert bahkan tidak menyadari bahwa mereka terlalu banyak berpikir, atau bahwa mereka membutuhkan waktu agar ide atau solusi dapat "muncul" di dalam kepala mereka. Kaum introvert harus mengakses memori jangka panjang mereka untuk mendapatkan informasi. Hal tersebut mengharuskan mereka meluangkan waktu untuk refleksi. Mereka juga perlu menyiapkan suatu ruang pribadi untuk mengeluarkan semua perasaan dan kesan mereka yang sudah tertumpuk..


Pencarian Kata


Kaum introvert sering kali merasa kesulitan untuk menemukan kata-kata yang mereka inginkan ketika mereka sedang berbicara dengan lantang. Otak kita memfungsikan banyak area berbeda untuk berbicara, membaca, dan menulis; oleh karena itu, informasi perlu mengalir bebas di antara area-area tersebut..

Proses merangkai kalimat dengan kosakata yang tepat mungkin akan menjadi sebuah masalah bagi kaum introvert, karena informasi seperti itu bergerak dengan lambat di otak mereka. Salah satu sebabnya adalah karena kaum introvert umumnya menggunakan memori jangka panjang, sehingga mereka memerlukan waktu yang lebih lama dan asosiasi yang tepat (sesuatu yang mengingatkan kita akan kata yang kita sedang cari) untuk meraih ke dalam memori jangka panjang tersebut dan menemukan kata yang diinginkan..

Jika kita sedang merasa cemas, proses ini akan menjadi semakin sulit. Kata-kata tertulis diproses menggunakan jalur yang berbeda dalam otak kita, jalur yang sepertinya mengalir lebih lancar bagi kebanyakan introvert..


Kunci Membuka Memori Jangka Panjang


Memori manusia adalah sebuah mekanisme yang sangat kompleks dan melibatkan banyak area otak. Otak kita menyimpan memori di berbagai lokasi berbeda dan menciptakan hubungan di antara memori-memori tersebut, yang terkadang kita sebut sebagai asosiasi..

Sering kali, kaum introvert tidak dapat memikirkan satu pun hal yang relevan dalam otak mereka karena mereka belum memicu asosiasi dalam memori jangka panjang mereka. Pikiran mereka seperti kosong. Itulah sebabnya mengapa kaum introvert bahkan dapat melupakan apa yang mereka nikmati dan apa yang merupakan keahlian mereka. Mereka perlu menemukan suatu tuas penghubung untuk menarik suatu pengalaman dari dalam memori mereka. Inilah bagian yang mengasyikkan, sebagian besar informasi dalam memori jangka panjang disimpan dengan beberapa tuas atau kunci (asosiasi) berbeda untuk membukanya..

Akan tetapi, jika kita dapat menemukan satu kunci saja, kita dapat memancing keseluruhan memori yang ada. Sebagai contoh, jika Anda suka melukis atau berjalan-jalan di taman berbunga, namun informasi tersebut terkunci di dalam memori jangka panjang Anda, Anda tidak akan melakukannya bahkan saat Anda mempunyai waktu luang. Hal tersebut mungkin terdengar aneh bagi seorang ekstrover, namun hal tersebut merupakan sebuah masalah yang sering terjadi pada seorang introvert. Ingatlah, Anda hanya membutuhkan satu kunci saja, yang bisa berupa sebuah pemikiran, emosi, atau asosiasi indra, untuk membuka keseluruhan memori Anda..

Duduklah relaks, dan biarkan pikiran Anda menerawang dan berasosiasi dengan kunci-kunci indra, seperti wewangian, gambar, suara, rasa yang Anda terima pada tubuh Anda, atau rasa dari sesuatu yang menyenangkan. Atau pikirkan suatu kunci emosional, seperti apa yang Anda rasakan terakhir kali Anda melakukan hal yang menyenangkan. Biarkan pikiran Anda menerawang; berpindah dari satu asosiasi ke asosiasi lainnya..

Mungkin perasaan damai dari duduk di taman di hari yang cerah akan kembali pada Anda, dan dengan perasaan itu akan muncul sebuah pemikiran: Saya menyukai taman Oak Park; Saya menikmati berada di sana. Sekarang, Anda dapat pergi ke taman itu atau terus bersantai dan mencari memori lainnya. Tuliskan memori yang sudah Anda temukan agar Anda dapat menggunakannya di lain waktu ketika Anda tidak dapat mengingat apa yang Anda sukai. Gunakan juga kunci-kunci tersebut untuk membuka memori Anda dan mencari tahu apa yang menjadi kelebihan Anda..


Otak Kanan Atau Otak Kiri


Tidak semua introvert berpikir serupa. Kaum introvert yang lebih banyak menggunakan otak kanan memproses informasi, menggunakan bahasa, dan bahasa isyarat dengan cara yang berbeda dari kaum introvert yang lebih banyak menggunakan otak kiri. Jika saat membaca buku ini Anda merasa apa yang saya bicarakan tidak cocok dengan diri Anda, mungkin hal itu disebabkan oleh faktor dominasi otak Anda yang berbeda. Sebagai contoh, kaum introvert yang didominasi oleh otak kiri akan merasa lebih nyaman berbicara di depan publik daripada kaum introvert yang didominasi oleh otak kanan. Jadi jika saya mengatakan bahwa kaum introvert mengalami kesulitan dalam mencari kata, Anda belum tentu mengalami masalah yang serupa..


***

Bahasan Sebelumnya: Anak Kamu Introvert? Pahami 15 Hal Penting Ini

Sumber: Buku "The Introvert Advantage (Berhasil Dan Berkembang Di Dunia Ekstrover)" Halaman 84, 97–98, 101, Dan 107. Edisi Terjemahan Indonesia. Penerbit PT Elex Media Komputindo @2013. Penerjemah Meita Lukitawati. Judul Asli "The Introvert Advantage, How To Thrive In An Extrovert World". Penulis Marti Olsen Laney. Penerbit Workman Publishing Company, Inc. @2002.

——○●※●○——

Blog Al-Mukhtashar
Senin, 02 Maret 2020


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 19.06.00
Please Feel Free to Share