Mengenal Lebih Dekat Pribadi Kaum Introvert, Si Kura-Kura Lambat

Mengenal Kaum Introvert, Si Kura-Kura Lambat

Pengaturan Kecepatan

"Orang jarang melihat langkah-langkah yang berat dan menyakitkan, padahal melalui itulah kesuksesan yang paling tidak berarti justru tercapai.." —Annie Sullivan

Apakah Anda masih ingat tokoh-tokoh dalam dongeng "Si Kura-Kura dan Si Kelinci"..? Si Kelinci sangat percaya diri bahwa dia dapat mengalahkan Si Kura-Kura dalam perlombaan, sampai-sampai dia berhenti di tepi jalan dan tidur sejenak. Si Kura-Kura, berjalan dengan susah payah, lambat laun tapi pasti, mencapai garis akhir, sementara Si Kelinci bekerja keras untuk menyusulnya..

Beberapa kaum introver yang saya wawancara untuk buku ini menganggap dirinya sebagai Si Kura-Kura. Mereka selalu sadar bahwa mereka berkecepatan rendah. Akibat dari fisiologi mereka, kaum introver mungkin akan makan lebih lambat, berpikir lebih lambat, bekerja lebih lambat, berjalan dan berbicara lebih lambat bila dibandingkan dengan kebanyakan kaum ekstrover. Meskipun sebagian dari mereka selalu berusaha untuk menjadi Si Kelinci seumur hidupnya, mereka tidak menyadari bahwa akan lebih enak rasanya jika saja mereka mengurangi kecepatannya..

Contohnya, saya. Saya bergerak lebih lambat. Teman akrab saya, Val, mempunyai karakter seperti Si Kelinci, sering kali berjalan di depan saya saat kami berjalan. Saya tidak bisa mengalahkan kecepatannya. Saya tiba di tempat tujuan kami beberapa menit setelahnya. Biasanya, dia akan terlebih dulu memantau keadaan sekitar dan memberitahukan intinya pada saya. Dulu saya berusaha mengimbangi kecepatan orang lain, tetapi sekarang tidak, dan ternyata saya baik-baik saja..

Saya juga makan dengan lambat. Saya sudah terbiasa untuk mempersiapkan diri saya saat pramusaji berusaha mengambil piring saya. Jika mereka mendekati saya, saya siap untuk menangkal mereka. "Saya belum selesai makan," keluar dari bibir saya, dan mereka mundur. Saya bicara dengan lambat, dan klien-klien saya sudah terbiasa menunggu saya untuk akhirnya mengutarakan kata-kata saya..

Saya mungkin berjalan dengan susah payah dalam kehidupan ini, tetapi saya dapat menyelesaikan banyak hal. Ini semua soal kecepatan. Kaum introver bagaikan jam tangan merek Timex, mereka tahan banting dan terus berdetak..

Mengatur kecepatan artinya menentukan kecepatan Anda sendiri dan terus melanjutkannya. Saat Anda melakukan hal ini, Anda sedang menyeimbangkan persendian dan permintaan energi dalam sistem Anda, sehingga Anda tidak akan kekurangan bahan bakar. Mengatur kecepatan juga berarti memecah-mecahkan kegiatan ke dalam ukuran yang lebih kecil. Karena Anda tidak pernah berlari cepat sepanjang hidup Anda, penting bagi Anda untuk memahami pasang surut diri Anda sendiri, kapan dan bagaimana caranya supaya Anda dapat bekerja dengan optimal, berapa besar waktu yang dialokasikan ke dalam proyek-proyek, dan sebagainya. Ritme Anda mungkin saja berbeda dengan orang lain. Pertama-tama, Anda harus menerima hal ini sebagai bagian dari sifat introver Anda terlebih dahulu..

Penyesuaian Terhadap Perubahan

Para peneliti telah menemukan bahwa kaum introver (Si Kura-Kura) seringkali beradaptasi lebih baik dibandingkan kaum ekstrover (Si Kelinci, kuda balap) dalam hal perubahan kehidupan seperti menua, pensiun, penyakit, atau cedera. Kuda balap sudah terbiasa untuk berlari, mengumpulkan banyak piala untuk sifat pemenang mereka. Hasilnya, mereka sering kali menemui masalah dalam hal mengurangi kecepatan. Di sisi lain, Si Kura-Kura sudah terbiasa untuk mengukur energinya dan mendapatkan dirinya lebih mudah untuk beradaptasi..

Jika Anda tidak mengatur kecepatan diri, Anda akan merasa tertekan dan kewalahan, tidak dapat berbuat apa-apa. Lebih parah lagi jika Anda menunda-nunda. "Penundaan besar-besaran" mungkin akan terjadi. Setelah itu, kecemasan atau depresi mungkin akan berdatangan dan mengerumuni Anda. Kecemasan membuat Anda kacau, pelupa, dan kehilangan konsentrasi dan kemampuan berpikir Anda. Selain itu, depresi menyeret Anda ke rasa lelah dan lesu..

Hal menguntungkan yang bisa Anda dapatkan saat Anda mengatur kecepatan Anda sendiri adalah kemampuan untuk menyelesaikan banyak hal tanpa membuat diri Anda lelah. Rencanakan apa yang dapat Anda lakukan dari apa yang harus Anda lakukan, lalu atur kecepatan Anda sendiri. Terus kerjakan hal tersebut sampai selesai. Jika Anda mengembangkan kecepatan yang pas untuk kehidupan Anda, Anda akan mampu menghindari penundaan, depresi, dan kecemasan yang tinggi. Pada akhirnya, ini akan bermanfaat dalam segala aspek kehidupan Anda..

Berikut beberapa taktik untuk menolong Anda menentukan kecepatan pribadi Anda:

1. Perhatikan gejolak naik turun energi Anda. Gunakan waktu saat energi Anda sedang berada di puncak untuk melakukan pekerjaan yang paling penting atau sulit. Ketika energi Anda menurun, pilihlah tugas-tugas yang lebih mudah untuk diselesaikan..
2. Jadilah seorang yang realistis mengenai sasaran-sasaran Anda. Kita berada dalam budaya yang mengatakan bahwa kita mampu mendapatkan semuanya, namun hal ini justru menambah tekanan bagi kaum introver. Fokuslah pada hal-hal yang Anda dapat capai dan nikmati secara tanggung jawab, yang pasti bukan semuanya..
3. Pilih cara yang tepat untuk menggunakan energi Anda. Ingat selalu bahwa energi Anda ada batasnya..
4. Bagi proyek-proyek Anda ke bagian-bagian yang lebih kecil..

Baca Juga : Psychology (Diam Adalah Bahasa)

——○●※●○——

Sumber : The Introvert Advantage, Berkembang dan Berhasil di Dunia Ekstrover (edisi terjemah) halaman 276-279. Judul Asli : The Introvert Advantage, How to Thrive in an Extrovert World. Penulis : Marti Olsen Laney. Penerjemah : Meita Lukitawati. Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Disalin ulang oleh : Esha Ardhie
Kamis, 08 September 2016


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 6:14:00 PM

2 komentar:

  1. Apakah saya termasuk introvert atau ekstrovert? Jika saya makan lambat, tidur cepat, ngomong cepat tapi terbatas bata, mohon penjelasannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebelumnya, terima kasih atas pertanyaan yang telah diberikan. Saya akan mencoba menjawabnya dengan ringkas..

      Pada dasarnya, untuk mengenali sesuatu termasuk memahami diri kita sendiri, dibutuhkan pengamatan yang tidak sebentar..

      George Orwell berkata, "Untuk dapat melihat apa yang ada di depan mata Anda, dibutuhkan suatu pergulatan yang terus menerus.."

      Namun untuk mengidentifikasi dengan cepat, apakah kita termasuk Introver atau Ekstrover. Anda dapat memerhatikan kualitas berikut..

      Kualitas A : Senang berada di pusat keramaian, menikmati keragaman dan bosan dengan hal yang sama terus menerus, mengenal banyak orang dan menganggap mereka semua teman, menikmati obrolan bahkan dengan orang yang tak dikenal, merasa bersemangat setelah aktivitas bahkan selalu ingin melanjutkannya, berbicara dan bertindak tanpa perlu berpikir terlebih dahulu, secara umum penuh dengan semangat, cenderung lebih banyak bicara daripada mendengarkan..

      Kualitas B : Lebih memilih untuk relaks sendirian atau bersama dengan beberapa teman dekat, pertemanan hanya dimaknai jika memiliki hubungan yang erat, butuh beristirahat setelah aktivitas di luar bahkan aktivitas yang disukai sekali pun, cenderung lebih sering mendengarkan tetapi banyak bicara jika topik yang penting bagi anda muncul, terlihat tenang atau menahan diri dan senang mengamati, cenderung berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara atau bertindak..

      Mana kualitas yang lebih sesuai atau mendekati dengan kepribadian Anda..? Kualitas A adalah Ekstrover, sedangkan kualitas B adalah Introver..

      Mungkin Anda termasuk orang tipe Introver. Sama halnya dengan saya, saya juga kadang berbicara dengan cepat namun terbata. Saya menggunakan kata "kadang" karena saya memang jarang bicara. Namun sekalinya bicara, cepat dan terbata, seolah ingin mengeluarkan semua informasi yang kita renungi ketika kita diam, di sisi lain kita juga tidak ingin berlama-lama bicara. Saya mengalami ini, saya pikir ini disebabkan karena kita tidak bisa mengatur "ritme" kita sendiri, seperti artikel yang ditulis di atas, bisa jadi ini disebabkan karena kita mencoba menjadi seperti Si Kelinci. Namun, saya pernah mencoba untuk mengurangi kecepatan saya dalam berbicara dan menenangkan emosi pembicaraan, saya justru lebih nyaman dengan yang seperti itu..

      Demikian tanggapan dari saya, tiap pribadi memang sosok yang unik :D

      Delete

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..