Wawancara Dengan Psikolog Spesialis Tentang Konspirasi Bumi Datar

Wawancara Dengan Psikolog Spesialis Tentang Konspirasi Bumi Datar

Why Believe In A Flat Earth..?

Berikut ini adalah hasil interview dengan Rob Brotherton, seorang psikolog Barnard College di New York City yang spesialis dalam masalah psikologi teori konspirasi..

Pertanyaan : Pekan lalu, rapper B.o.B menyatakan bahwa Bumi ini datar. Apakah anda terkejut bahwa gagasan ini masih disebut-sebut di abad ke-21 sekarang ini..?

Rapper B.o.B Bergabung Dengan Flat Earth Society Menyatakan Bahwa Bumi Datar

Jawaban : Saya terkejut dan juga senang, saya menyukai hip hop dan juga teori konspirasi, dan ini menggabungkan antara keduanya. Psikologi yang mendasari pemikiran seperti ini adalah menarik, tetapi saya tidak pernah menyangka bahwa teori bumi datar ini akan mendapat banyak perhatian..

Peryataan : Sebuah ide terbelakang yang mengherankan, sedangkan bukti-bukti dari foto ruang angkasa dan hal-hal yang lainnya tampak tidak terbantahkan..

Tanggapan : Keyakinan bahwa Bumi ini tidak bulat adalah salah satu hal yang pada awalnya memang mudah untuk sekedar ditulis. Tetapi ketika anda memperhatikan dengan teliti, hal tersebut membutuhkan argumen yang kompleks tentang bagaimana keberadaan gravitasi jika bumi ini datar seperti cakram, dan mengapa harus ada konspirasi oleh NASA atau otoritas lainnya untuk menyembunyikan fakta bahwa Bumi adalah datar..

Pertanyaan : Apa yang menyebabkan orang bisa percaya pada konspirasi..?

Jawaban : Anggapan bahwa konspirasi merupakan hal yang nyata adalah hal yang masuk akal, karena mereka sendiri pun terkadang memang melakukannya. Keyakinan dalam teori konspirasi tidak harus dilihat sebagai permainan kata-kata aneh seperti yang dimiliki oleh beberapa orang. Survei menunjukkan, banyak orang di Amerika Serikat yang percaya bahwa ada beberapa konspirasi di balik serangan 9/11, atau setidaknya pemerintah AS tidak menceritakan tentang semua hal yang terjadi. Otak kita juga memiliki bias kognitif yang membuat kita rawan melihat konspirasi, nyata atau tidak..

Pertanyaan : Apa yang membuat bias kognitif mempercayai teori konspirasi..?

Jawaban : Ketika sesuatu yang besar terjadi, kita cenderung menganggap bahwa penyebabnya adalah sesuatu yang besar juga. Ini adalah bias yang proporsional. Lalu ada intensionalitas bias, ketika suatu hal yang ambigu terjadi, kita mengasumsikan bahwa hal tersebut memang telah direncanakan. Ketika penerbangan Malaysia Airlines MH370 menghilang (sebuah kejadian yang sangat ambigu karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi), kita berasumsi bahwa seseorang telah merencanakan hal tersebut. Jenis kepribadian kita juga mempengaruhi apakah kita percaya pada hal-hal seperti teori bumi datar..

Pertanyaan : Bagaimana kepribadian bisa mempengaruhi keyakinan kita..?

Jawaban : Orang yang percaya teori konspirasi cenderung tidak mempercayai pengetahuan yang diakui umum, dan hal-hal yang diinformasikan oleh pihak-pihak yang memang memiliki otoritas. Naluri bias konfirmasi yang kita miliki akan menuntun kita untuk mencari bukti yang mendukung apa yang kita yakini. Kita semua melakukan hal tersebut. Kita juga mendapati adanya "illusion of understanding", sebuah kecenderungan untuk melebih-lebihkan pengetahuan yang kita miliki tentang bagaimana sesuatu bisa terjadi. Hal ini bisa mengakibatkan Flat Earthers berpikir bahwa NASA telah memanipulasi bukti..

Diterjemahkan dari : New Scientist, 6 February 2016, Vol. 229 (3059), 25

Istilah :

1. Bias kognitif adalah kesalahan dalam berpikir, menilai, mengingat, atau proses kognitif. Yaitu, sebuah pola penyimpangan dari standar dalam pertimbangan, di mana inferensi bisa terjadi secara tidak wajar. (wikipedia)

2. Bias konfirmasi adalah suatu kecenderungan bagi orang-orang untuk mencari bukti-bukti yang mendukung pendapat atau kepercayaannya serta mengabaikan bukti-bukti yang menyatakan sebaliknya. (wikipedia)

Artikel sebelumnya : Mengupas Kebohongan Konspirasi Bumi Datar (1) : Gravitasi Dan Archimedes

——○●※●○——

Esha Ardhie
Rabu, 13 Juli 2016


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 2:19:00 PM

8 komentar:

  1. Adakah video percakapan atau sumber dari artikel ini?

    ReplyDelete
    Replies
    1. http://www.sciencedirect.com.sci-hub.cc/science/article/pii/S0262407916302743

      Delete
    2. Mas angga, link'a sudah saya sematkan padahal loh, tinggal diklik saja :D Mbak Aulia, makasih udah bantu menjawab :)

      Delete
    3. https://www.youtube.com/watch?v=E9tL-lPsDZM&list=PLQt5a4m_Y05VI4WwgOLKxWXIw655PlHH2
      versi detail dan gak ambigu. sedikit contoh: mengapa NASA sendiri tidak bisa menghitung memakai matematika mengapa bisa terjadinya gerhana malah memakai cara suku babilonia 2000 tahun sendiri? (LIHAT DI BLOG NASA NYA LANGSUNG > NASA SENDIRI YG NGOMONG), trus mengapa "kutub selatan" di jaga ketat oleh militer dari 9 negara (termasuk amerika)? dan para wisatawan yg ada disana kalau ingin melihat horizon "kutub selatan" harus melalui kaca mata ikan?

      jawabanya simple:
      - mana rumus untuk menghitung terjadinya gerhana? (padahal rumus antar jarak bumi, bulan, matahari lebih susah)
      - dan kenapa harus di jaga KETAT "kutub selatan"? ( (dijaga seperti perbatasan antar negara).

      cman itu saja kang admin dari sekian banyak bukti FAKTA yg ada, BUKAN TEORI dari kredibilitas yg terpercaya.

      Delete
    4. sedikit untuk tambahan semua yg saya serap di saring oleh al quran jadi yg bertentangan dengan al quran saya TOLAK 100% seperti bulan memiliki cahayanya sendiri itu saya tolak. ini salah satu pentafsiran tentang bumi itu "seperti telor burung unta" yg sebenarnya bisa juga berarti "menghamparkan" dalam al quran lebih jelasnya:
      https://www.youtube.com/watch?v=b8oxY-RScg0

      Delete
  2. Jika terbukti "benar dan tepat" bahwa bumi ini flat (datar) siapa orang d'balik semua ini? kenapa d'sembunyikan oleh semua umat yg ada d'dunia ini? Dan terpenting kita pernah sekolah, kita juga pernah d'ajarkan pelajaran geografis tentang bumi ini dan yg umum kita mempelajari bahwa bumi itu bulat, untuk kebenaran'a d'berikan hitung"an terperinci, belum lagi para pakar sains" terkenal, apa mereka tau ini juga, jika iya mengapa tidak d'beritakan pada dunia? jika yg mereka semua beri hanya sebatas ilmu berupa rumus" apa mereka tutup mulut?

    ReplyDelete
    Replies
    1. https://www.youtube.com/watch?v=E9tL-lPsDZM&list=PLQt5a4m_Y05VI4WwgOLKxWXIw655PlHH2
      versi detail dan gak ambigu. sedikit contoh: mengapa NASA sendiri tidak bisa menghitung memakai matematika mengapa bisa terjadinya gerhana malah memakai cara suku babilonia 2000 tahun sendiri? (LIHAT DI BLOG NASA NYA LANGSUNG > NASA SENDIRI YG NGOMONG), trus mengapa "kutub selatan" di jaga ketat oleh militer dari 9 negara (termasuk amerika)? dan para wisatawan yg ada disana kalau ingin melihat horizon "kutub selatan" harus melalui kaca mata ikan?

      jawabanya simple:
      - mana rumus untuk menghitung terjadinya gerhana? (padahal rumus antar jarak bumi, bulan, matahari lebih susah)
      - dan kenapa harus di jaga KETAT "kutub selatan"? ( (dijaga seperti perbatasan antar negara).

      cman itu saja kang admin dari sekian banyak bukti FAKTA yg ada, BUKAN TEORI dari kredibilitas yg terpercaya.

      Delete
  3. Sudah tahu juga kah? ada juga istilah 'Cognitive dissonance'?

    Simpelnya, kenapa kebanyakan personal menolak suatu hal yang valid, rasional dan fakta dapat ditemukan dengan mudahnya dalam realita. Tapi mereka tetap menolak dan denial.

    ReplyDelete

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..