Move On - Ketika Cinta Tak Terbalas

Move On - Ketika Cinta Tak Terbalas
Ungkapan patah hati (ilustrasi)

Bentuk ungkapan hati akan cinta yang tak terbalas


Jika tak ada gading yang tak retak, adakah hati yang tak pernah patah..? Seandainya rindu dalam genggamanku, namun ternyata rindu bersarang dalam hatiku..

Allah Ta'ala berfirman:

ﻭَﺧُﻠِﻖَ ﺍﻟْﺈِﻧْﺴَﺎﻥُ ﺿَﻌِﻴﻔًﺎ

“Dan manusia diciptakan dalam keadaan lemah." [QS. An-Nisa: 2]

Imam Al-Quthubi rahimahullah berkata dalam tafsirnya:

وقال طاوس : ذلك في أمر النساء خاصة . وروي عن ابن عباس أنه قرأ " وخلق الإنسان ضعيفا " أي وخلق الله الإنسان ضعيفا ، أي لا يصبر عن النساء

Berkata Thawus: 'Hal tersebut adalah mengenai wanita'. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma bahwasanya beliau membaca (وخلق الإنسان ضعيفا) dan Allah menciptakan manusia dalam keadaan lemah, yaitu tidak sabar terhadap (godaan) wanita." [1]

Ketika hati dipenuhi dengan bunga asmara, tak henti engkau memikirkan tentang dirinya. Ketika ia tak mencintaimu, ketika engkau tak mungkin bersamanya, angan-angan terus merasuk ke dalam jiwa..

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah membawakan sebuah ungkapan:

النفوس لا تترك شيئا إلا بشيء

"Jiwa tidak akan bisa meninggalkan sesuatu, kecuali jika ada sesuatu yang menggantikannya." [2]

Adakah kini yang menggantikannya dalam hatimu? sedangkan engkau terus hanyut dalam keinginan untuk bersamanya. Bagaimanakah obatnya..?

ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻻ ﻳﻮﺟﺪ ﺳﺒﻴﻞ ﻟﻮﺻﻮﻝ ﺍﻟﻌﺎﺷﻖ ﺇﻟﻰ ﻣﻌﺸﻮﻗﻪ ﻗﺪﺭﺍً ﺃﻭ ﺷﺮﻋﺎً ﻛﺄﻥ ﺗﻜﻮﻥ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻣﺘﺰﻭﺟﺔ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻌﺎﺷﻖ، ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻌﺸﻖ ﺑﻴﻦ ﺍﺛﻨﻴﻦ ﻻ ﻳﻤﻜﻦ ﺯﻭﺍﺟﻬﻤﺎ ﻣﺜﻞ: ﺍﻟﺰﺑﺎﻝ ﻣﻊ ﺑﻨﺖ ﺍﻟﻤﻠﻚ …ﻭﻫﻜﺬﺍ ، ﻓﻤﻦ ﻋﻼﺟﻪ ﻛﻤﺎ ﻳﻘﻮﻝ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ: ﺇﺷﻌﺎﺭ ﻧﻔﺴﻪ ﺍﻟﻴﺄﺱ ﻣﻨﻪ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻣﺘﻰ ﻳﺌﺴﺖ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﺍﺳﺘﺮﺍﺣﺖ ﻣﻨﻪ ﻭﻟﻢ ﺗﻠﺘﻔﺖ ﺇﻟﻴﻪ

"Jika tidak ada jalan bagi orang yang merindu untuk mendapatkan orang yang dirindukan karena terkendala kemampuan atau syari'at seperti ketika menikahi orang yang tidak mencintainya, atau kerinduan antara dua orang insan yang keduanya tidak mungkin menikah seperti pemulung dengan anak raja, maka demikian ini obatnya adalah sebagaimana Ibnul Qayyim berkata: 'Berputus-asalah diri darinya, karena sesungguhnya tatkala jiwa berputus asa dari sesuatu ia beristirahat darinya dan tidak lagi mengindahkannya'." [3]

Tak ingatkah kita dengan kisah cinta antara seorang suami bernama Mughits dan seorang istri bernama Barirah..? Keduanya sama-sama seorang budak, dan kisah cinta mereka pun kandas setelah sang istri (Barirah) dibeli oleh 'Aisyah dan dimerdekakan. Barirah yang telah merdeka tak ingin lagi bersama sang suami (Mughits) yang masih menjadi seorang budak..

Dari 'Aisyah, ia menceritakan:

 فأعتقتها فدعاها النبي صلى الله عليه وسلم فخيرها من زوجها فقالت لو أعطاني كذا وكذا ما ثبت عنده فاختارت نفسها

"Aku pun memerdekakan Barirah. Setelah merdeka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Barirah lalu memberikan hak pilih kepada Barirah antara tetap menjadi istri Mughits atau berpisah dari suaminya yang masih berstatus budak. Barirah mengatakan, 'Walau Mughits memberiku sekian banyak harta aku tidak mau menjadi isterinya'. Barirah memilih untuk tidak lagi bersama suaminya." [HR. Bukhari no. 2536]

عن عكرمة عن ابن عباس أن زوج بريرة كان عبدا يقال له مغيث كأني أنظر إليه يطوف خلفها يبكي ودموعه تسيل على لحيته فقال النبي صلى الله عليه وسلم لعباس يا عباس ألا تعجب من حب مغيث بريرة ومن بغض بريرة مغيثا فقال النبي صلى الله عليه وسلم لو راجعته قالت يا رسول الله تأمرني قال إنما أنا أشفع قالت لا حاجة لي فيه

"Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, sesungguhnya suami Barirah adalah seorang budak yang bernama Mughits. Aku ingat bagaimana Mughits mengikuti Barirah kemana dia pergi sambil menangis (karena mengharapkan cinta Barirah). Air matanya mengalir membasahi jenggotnya. Nabi bersabda kepada pamannya, Abbas, 'Wahai Abbas, tidakkah engkau heran betapa besar rasa cinta Mughits kepada Barirah namun betapa besar pula kebencian Barirah kepada Mughits'. Nabi bersabda kepada Barirah, 'Andai engkau mau kembali kepada Mughits..?!'. Barirah mengatakan, 'Wahai Rasulullah, apakah engkau memerintahkanku?'. Nabi bersabda, 'Aku hanya ingin menjadi perantara'. Barirah mengatakan, 'Aku sudah tidak lagi membutuhkannya'." [HR. Bukhari no. 5283]

Demikianlah perjalanan sang pemburu cinta yang penuh haru. Cinta itu haruslah memiliki, tetapi jika tidak bisa memilikinya maka janganlah engkau mencintai, karena cintamu ternyata tak harus memiliki. Maka benarlah sebuah pepatah arab yang mengatakan,

ﺣُﺒُّﻚَ ﺍﻟﺸَّﻲْﺀَ ﻳُﻌْﻤِﻲ ﻭَﻳُﺼِﻢُّ

"Cintamu kepada sesuatu menjadikanmu buta dan tuli."

Tak usah menangis sobat, usap air matamu. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik bagi jalan hidup kita. Aamiin..

Allahu a'lam..

***

Catatan :

[1] Al-Jami' li Ahkamil Quran, http://library.islamweb.net/newlibrary/display_book.php?idfrom=1054&idto=1054&bk_no=48&ID=475

[2] Iqtidho' ash-Shirathal Mustaqim 1/296, http://islamport.com/w/tym/Web/3202/297.htm

[3] Lihat poin 4 dalam fatwa berikut, http://fatwa.islamweb.net/fatwa/index.php?%20page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=9360

——○●※●○——

Esha Ardhie
Rabu, 04 Maret 2015


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 1:36:00 PM

2 komentar:

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..