Larangan Minum Jus Buah Dengan Susu Dalam Zadul Ma'ad Karya Ibnul Qayyim

Larangan Minum Jus Buah Dengan Susu Dalam Zadul Ma'ad Karya Ibnul Qayyim

Di tengah terpaan informasi yang begitu kuat, membuat kita sering bertanya-tanya apakah informasi yang kita terima tersebut benar dibangun atas dasar ilmu, ataukah hanya sebuah tong kosong nyaring bunyinya, khususnya hoax seputar dunia kesehatan yang nyatanya banyak digemari. Beberapa waktu lalu saya sempat melihat postingan yang menyarankan agar jangan memakan ini dengan itu, jangan makan ini bersamaan dengan itu, dan semisalnya. Entah darimana sumbernya, tapi segala sesuatu memang perlu ditinjau dan diteliti lagi kebenarannya. Di bawah ini saya sedikit menemukan beberapa poin yang meskipun kita juga butuh penjelasan lebih lanjut, [1] semoga masih tersisa sebutir dua butir hikmah yang bisa kita ambil..

Di akhir-akhir pembahasan metode pengobatan Nabi dalam Zadul Ma'ad (4/373), Ibnul Qayyim rahimahullah menyajikan ringkasan penting yang dinukil dari kitab Al-Mahaadziir. Beliau mengatakan:

من أكل البصل أربعين يوما وكلف فلا يلومن إلا نفسه

"Barangsiapa yang memakan bawang merah dalam 40 hari, lalu wajahnya menjadi merah kehitam-hitaman (bintik-bintik), hendaknya ia menyalahkan dirinya sendiri..

ومن اقتصد فأكل مالحا فأصابه بهق أو جرب فلا يلومن إلا نفسه

Dan barangsiapa yang makan ala kadarnya lalu memakan garam, lalu terkena panu atau eksim, hendaknya ia menyalahkan dirinya sendiri..

ومن جمع في معدته البيض والسمك فأصابه فالج أو لقوة فلا يلومن إلا نفسه

Orang yang memakan ikan dan telur sekaligus, lalu terkena mencret atau sejenisnya, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri..

ومن دخل الحمام وهو ممتلئ فأصابه فالج فلا يلومن إلا نفسه

Barangsiapa yang masuk kamar mandi dalam keadaan kenyang [2] lalu mencret, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri..

ومن جمع في معدته اللبن والسمك فأصابه جذام أو برص أو نقرس فلا يلومن إلا نفسه

Orang yang menyantap ikan dengan susu sekaligus lalu terkena penyakit kusta, lepra, atau encok, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri..

ومن جمع في معدته اللبن والنبيذ فأصابه برص أو نقرس فلا يلومن إلا نفسه

Dan barangsiapa yang mengonsumsi susu dengan jus buah (nabiidz) [3] sekaligus lalu terkena penyakit kusta atau encok, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri..

ومن احتلم فلم يغتسل حتى وطئ أهله فولدت مجنونا أو مخبلا فلا يلومن إلا نفسه

Orang yang mengalami mimpi basah dan tidak mandi lalu ia menggauli istrinya, lalu lahir anak yang gila atau idiot, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri..

ومن أكل بيضا مسلوقا باردا وامتلأ منه فأصابه ربو فلا يلومن إلا نفسه

Barangsiapa yang memakan telur rebus dingin berlebihan, lalu terkena asma, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri..

ومن جامع فلم يصبر حتى يفرغ فأصابه حصاة فلا يلومن إلا نفسه

Barangsiapa bersetubuh lalu tidak bersabar menuntaskannya, kemudian ia terkena kencing batu, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri..

ومن نظر في المرآة ليلا فأصابه لقوة أو أصابه داء فلا يلومن إلا نفسه

Dan barangsiapa melihat pemandangan [4] pada waktu malam, lalu terkena penyakit kelumpuhan wajah, atau terkena penyakit lain, hendaknya ia hanya menyalahkan dirinya sendiri.."

***

[1] Karena tulisan ini hanya menyampaikan, bukan menjelaskan..


[2] Yang saya pahami, jangan langsung mandi setelah makan..

[3] Nabiidz yang saya pahami bukanlah jus buah yang biasa kita konsumsi dengan "memblender" buah-buahan yang dicampur dengan sejumlah bahan tertentu. Nabiidz adalah jus atau air rendaman buah yang secara hukum adalah halal, namum nabiidz dapat berpotensi menjadi khamar (yang hukumnya haram) jika perendaman tersebut berlangsung terlalu lama..

Dalam kitab yang sama, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:


وهذا النبيذ : هو ما يطرح فيه تمر يحليه ، وهو يدخل في الغذاء والشراب ، وله نفع عظيم في زيادة القوة ، وحفظ الصحة ، ولم يكن يشربه بعد ثلاث خوفا من تغيره إلى الإسكار


"Air nabiidz adalah air yang diberi kurma hingga berubah menjadi manis. Itu termasuk makanan sekaligus minuman. Manfaatnya amat besar sekali untuk meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan tubuh. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah meminumnya lebih dari tiga hari setelah diendapkan, khawatir bila sudah memabukkan.."


[4] Jika dilihat dari riwayat selanjutnya, mungkin maksudnya adalah berlama-lama di luar rumah..

——○●※●○——

Allahu a'lam..

Esha Ardhie
Minggu, 14 Februari 2016


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 7:51:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..