[Video] Pengemis Kaki Buntung Hanyalah Tipuan, Perhatikan Triknya


Seorang pengemis dengan modus kaki buntung diamankan oleh petugas Dinas Sosial DKI Jakarta di Gunung Sahari. Perhatikan triknya dalam video di akhir tulisan..

Jangan Tertipu Dengan Pengemis Modus Kaki Buntung

Pria berpura-pura buntung berhasil terkena penjangkauan Satuan Tugas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, Sabtu Petang (15/11).

Aris Stianto (27) asal Boyolali ini menggunakan modus kaki buntung untuk menjalankan aksi mengemisnya di kawasan Jl. Gunung Sahari Raya, Jakarta Pusat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Chaidir saat ditanyai perihal pengemis tersebut. Ia melanjutkan, Aris sudah melakukan aksi mengemis sejak tahun 2008. Aris mengaku bahwa mengemis sudah menjadi profesi yang menguntungkan untuknya.

"Penghasilan dari modus kaki buntungnya itu cukup besar. Sekitar 150-200 ribu perhari. Dalam sebulan ia bisa dapat 4-5 juta hanya dengan mengemis. Ia juga mengontrak rumah di sekitar Tanah Tinggi, Jakarta Pusat dengan bayaran 350.000 perbulan," tandas Chaidir.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan penjangkauan terhadap pengemis dengan berbagai modus. Seperti berpura-pura buntung, mengeksploitasi anaknya untuk mengemis, dan modus-modus lainnya. Ia beralasan karena mereka melanggar Perda 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

"Jika masyarakat ingin berbagi kepada sesama, agar disalurkan ke lembaga yang resmi. Karena lembaga yang telah resmi telah terdaftar dan transparan dalam menyalurkan bantuan. Sehingga tidak dimanfaatkan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan," ujar Chaidir. [Fanpage Dinas Sosial DKI Jakarta]


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 1:01:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..