Keuntungan Menikahi Perawan


Islam menganjurkan kita untuk menikahi perawan, sebab perawan lebih mencintai dan menyayangi suaminya daripada janda. Ini adalah watak yang ditanamkan pada diri manusia.

Di dalam hadits dari Jabir radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

عليكم بالأبكار فإنهن وتدأنتق أرحاما وأعذب أفواها وأرضى باليسير (رواه الن ماجه، والطبرانى)

"Carilah istri yang masih perawan. Sebab, rahim mereka lebih subur, mulut mereka lebih lembut, tipu dayanya lebih sedikit, dan lebih ridha menerima penghasilan yang sedikit." [HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabarani]

Jabir radhiyallahu 'anhu menikah dengan janda. Lalu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda padanya, "Mengapa engkau tidak menikahi perawan, yaitu wanita yang dapat kau candai dan bercanda denganmu." [HR. Bukhari dan Muslim]

Ada ulama yang mengatakan bahwa wanita (istri) itu ada tiga macam. Ada yang menyenangkan, ada yang tidak menyusahkan, dan ada juga yang tidak menyenangkan dan tidak menyusahkan.

Istri yang menyenangkan adalah perawan yang tidak berpengalaman selain dirimu. Jika melihat kebaikanmu maka dia bersyukur kepada Allah dan jika melihat kebalikannya (keburukanmu) maka dia berkata, "Seperti inilah semua laki-laki".

Istri yang menyusahkan dirimu adalah janda yang memiliki anak dari suaminya terdahulu, sebab dia bersedia menimpakan kerugian padamu demi mengikuti keinginan anaknya.

Sedangkan istri yang tidak menyenangkan dan tidak pula menyusahkan dirimu adalah janda yang tidak memiliki anak. Jika dia melihat kebaikanmu maka dia berkata, "Ini pantas untukku" dan jika dia melihat keburukanmu maka dia merindukan suaminya yang pertama meskipun suami pertamanya itu jahat padanya. Hal ini terjadi jika usia, kemuliaan, kekayaan, dan keberagamaanmu sebanding dengan suami pertamanya. Tapi jika tingkatanmu di bawah suaminya yang pertama maka hatimu akan sering terluka dan tersakti karena engkau sering mendengar atau melihatnya menceritakan sifat-sifat dan perbuatan suami pertamanya.

Abu Hamid Al-Ghazali rahimaullah berkata, "Perawan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki janda. Pertama, perawan selalu sayang pada suaminya, sebab cinta yang paling mendalam biasanya pada suami yang pertama. Kedua, suami penuh perhatian padanya dan tidak merasa risih padanya, sebab orang biasanya risih pada wanita yang telah disentuh orang lain. Ketiga, istri akan ridha dan menerima kondisi suami apa adanya, karena dia belum melihat bandingannya. Sedangkan janda yang punya pengalaman dengan laki-laki lain dan telah melihat sifat-sifat suami pertamanya, biasanya tidak menerima beberapa hal yang berbeda dengan pengalamannya terdahulu.."

——○●※●○——

Sumber : Untukmu Yang Akan Menikah & Telah Menikah (edisi indonesia) halaman 64-66. Judul Asli : لمن يريد الزواج . . . وتزوج. Penulis : Syaikh Fuad Shalih. Penerjemah : Ahmad Fadhil, Lc. Penerbit : Pustaka Al-Kautar, cetakan ke-14 Desember 2011

Disalin ulang oleh : Esha Ardhie
Rabu, 30 September 2015


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 10:20:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..