Debu Debu Jingga


Membuka sejarah memori terpendam, terbenak akan seberkas tinta, tersentak tentang sebuah kisah cinta. Di hari itu akulah sosok tak terbayang tak bernyawa..

Di bawah lentera sinar bulan, kubuka lagi lembaran-lembaran usang tak bertuan. Keheningan menghanyutkanku dalam badai rindu, alasan yang tak pernah menghilang..

Inilah sepucuk surat dari ksatria yang tak pernah kulihat pedangnya berdarah, dan tak pernah kurasa hangat dari pelukannya yang merajah.. Tertulis untuk ibundaku yang ia tinggalkan di saat-saat genting dalam medan pertempuran..

"Di balik hitam semesta. Kulepas debu-debu jingga, kutuliskan segala perih terbalut rindu meraksasa. Di tanah ini dan luka ini, biarkan ia membisu menjadi saksi segala deritanya untuk murka, untuk kita yang tak terpisah, untuk cinta yang tak meradang oleh luka..

Besi panas telah bersarang di lengan kiriku, ia telah terlalu lama merobek nadi namun hatiku tetap utuh, tetap menyimpan namamu meski langit telah kelabu. Engkau memberiku semua kekuatan melawan kelam, melewati seribu mawar meskipun langit tetap menghitam..

Akan kita akhiri gelap ini dengan pelita cinta, kebisingan hati ini akan terus menindas penjajah durjana yang haus akan tahta. Dendam bukanlah mahkota, tetapi darah ini akan terus mengalir untuk merdeka.." [bersambung]

***

Esha Ardhie
Selasa, 15092015


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 10:45:00 AM

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..