Saat Hidayah Menyapa — Jeda Rodja TV

Ketika Hidayah Menyapa

Saat Hidayah Menyapa

Terbukanya hati seseorang.. Itu merupakan milik Allah subhanahu wa ta'ala semata..

Allah ta'ala berfirman:

وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

"Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.." [QS. Yusuf: 103]

Ketika hidayah belum menyapamu.. Sanggupkah engkau membelinya..?

Masalah hati orang menerima atau tidak.. Itu adalah Allah subhanahu wa ta'ala semata.. Dan tidak ada orang yang bisa campur tangan dalam urusan itu..

Ketika engkau mendambakan hidayah.. Sudahkah engkau memintanya..?

Empat hal yang dimohon dan diminta oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Allah subhanahu wa ta'ala.. Ya Allah, aku memohon kepada Engkau petunjuk.. Aku mohon kepada Engkau ketakwaan.. Aku mohon kepada Engkau agar aku mampu untuk menjaga kehormatan diriku.. Dan aku mohon kepada engkau ya Allah akan kecukupan.. [1]

Ketika hidayah menyapa hatimu.. Maka sanggupkah engkau mempertahankannya..?

Sesungguhnya Rasul kita shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengabarkan akan suatu zaman.. Akan ada hari-hari kesabaran.. Orang yang berpegang kepada agamanya.. Seperti memegang bara api..

Ia panas..! Tapi harus dipegang.. Karena bila ia lemparkan.. Itu menjadi api neraka untuknya.. Ia panas..! Namun harus segera ia pegang karena itu kebahagiaan untuk hidupnya di dunia dan akhiratnya..

Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan kabar gembira.. Bagi mereka yang kokoh.. Tegar..! Memegang Sunnah Rasulullah.. Di zaman seperti itu..

Beliau bersabda.. Orang yang berpegang kepada sunnahku di hari itu.. Mendapatkan pahala 50 sahabat yang mengamalkan sunnah tersebut.. [2]

Baca Juga : Cinta Dan Persahabatan Dalam Pandangan Ibnu Hazm

——○●※●○——

Disalin ulang oleh : Esha Ardhie
Rabu, 22 Januari 2014

Catatan :

[1] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon petunjuk, ketakwaan, al-'afaf (diri yang terjaga) dan al-ghina (kecukupan) kepada-Mu.." (HR. Muslim no. 6842)

An-Nawawi rahimahullahu berkata: "Al-'Afaf adalah menjaga dan menahan diri dari perkara-perkara yang tidak diperbolehkan (oleh syariat). Al-Ghina adalah kecukupan jiwa dari manusia dan apa yang ada di tangan-tangan mereka (yakni harta mereka).." (Syarh Shahih Muslim, 17/43)

[2] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَامًا الصَّبْرِ فِيْهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيْهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِيْنَ رَجُلاً يَعْمَلُوْنَ مِثْلُ عَمَلِكُمْ. قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ أَجْرُ خَمْسِيْنَ مِنَّا أَوْ مِنهُمْ؟ قَالَ: بَلْ أَجْرُ خَمْسِيْنَ مِنْكُمْ.

"Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari di mana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para shahabat bertanya: 'Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau dari mereka?' Rasulullah shalallahu 'alaihi wa salam menjawab: 'Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian'." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan al-Hakim. Dishahihkan oleh Imam Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi)

[3] Video yang dimaksud sebagaimana berikut,


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 7:36:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..