Jangan Melampaui Batas Dalam Mencela Orang Lain

Jangan Melampaui Batas Dalam Mencela Orang Lain

Jangan Melampaui Batas Dalam Mencela Orang Lain

Menyampaikan kebenaran dengan tawadhu, mencela seseorang pun dengan sikap tawadhu dan tidak melampaui batas..

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وإنَّ الله أوْحَى إِلَيَّ أنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أحَدٌ عَلَى أحَدٍ ، وَلاَ يَبْغِي أحَدٌ عَلَى أحَدٍ

"Dan sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku untuk memiliki sifat tawadhu. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain.." [HR. Muslim no. 2865]

Dari Ali bin al-Husain bin al-Junaid, Yahya bin Ma'in mengatakan:

إنا لنطعن على أقوام لعلهم قد حطوا رحالهم في الجنة من أكثر من مائتي سنة

"Kami benar-benar mencela beberapa kaum, boleh jadi mereka telah menempati rumah mereka di surga, lebih dari 200 tahun.."

Ibnu Mahrawaih membawakan perkataan Yahya bin Ma'in tersebut ke hadapan Ibnu Abi Hatim tatkala ia sedang membacakan kitab al-Jarh wa at-Ta'dil di hadapan manusia. Maka ia pun menangis dan tangannya gemetar sehingga kitabnya jatuh dari tangannya, ia menangis dan meminta hikayat tersebut diulang kembali..  [Lihat Siyar A'lam an-Nubala', 11/95]

Janganlah kita berbangga diri dan merasa diri lebih baik dari orang lain. Orang yang berbuat kesalahan, bisa saja ia telah bertaubat namun kita tidak mengetahuinya. Atau mungkin saja ia ditimpa oleh musibah yang sangat banyak sekali hingga berguguranlah segala dosa-dosanya. Atau bisa saja kelak ia mendapatkan syafa'at sehingga Allah mengampuni dan menghapuskan segala dosa dan berhak atasnya surga..

Dan jangan pula kita melupakan kebaikan dan kelebihan orang lain, apalagi menyembunyikannya dari neraca keadilan..

Allah ta'ala berfirman:

وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ

"Dan janganlah kalian kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangan­ mereka.." [QS. al-A'raf, 85]

Dari Abu Usamah, Sufyan ats-Tsauri mengatakan:

إنما العلم عندنا الرخص عن الثقة فأما التشديد فكل إنسان يحسنه

"Ilmu itu menurut kami hanyalah wilayah kompetensi dari orang yang tsiqah. Sedangkan bersikap keras, maka setiap orang bisa melakukannya dengan baik.." [Hilyah al-Auliya', 6/367]

Semoga kita bisa bersikap adil dalam bertindak dan berprasangka dalam menilai dan memperlakukan orang lain, sebagaimana kita pun menyukai orang lain berbuat demikian terhadap diri kita. Allahul Musta'an..

Baca Juga : Mengejar Bayangan

——○●※●○——

Esha Ardhie
Senin, 26 September 2016


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 8:46:00 PM

0 komentar:

Post a Comment

Silahkan masukkan komentar Anda, berbagi pengetahuan dan sudut pandang Anda. Setiap artikel sangat memungkinkan untuk diperbaiki dan dilakukan pengeditan..