Bantahan Telak Untuk Dongeng Flat Earth Konspirasi Bumi Datar (Serial #1) Tentang Satelit, Kubah Langit, Dan Siklus Saros

Bantahan Ilmiah Konspirasi Bumi Datar (Serial #1)

Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE – Bumi Datar – (Serial #1) Tentang Satelit, Kubah Langit, Dan Siklus Saros

Bumi itu bulat, tetapi penggemar FE tidak mempercayainya. (Gambar-gambar ilustrasi diambil dari internet)

Oleh : T Djamaluddin [1]
(Profesor Riset Astronomi–Astrofisika, LAPAN)

FB LAPAN menerima banyak pertanyaan dari para penggemar FE (Flat Earth — bumi datar) dengan pola pertanyaan yang hampir sama. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dimaksudkan untuk menjadi pembenaran bagi dongeng FE. Tulisan ini dimaksudkan sebagai kompilasi pertanyaan mereka dan jawaban saya. Tulisan ini serial dan akumulasi dari tanya jawab berkait dengan dongeng FE. Jawaban saya upayakan sesederhana mungkin dengan bahasa awam.

Q: Bagaimana foto asli satelit sebelum diluncurkan?

A: Saya tunjukkan foto satelit LAPAN A2 yang dibuat oleh LAPAN dan dilepas oleh Presiden September 2015 lalu. Spesifikasi satelit LAPAN-A2 juga diberikan di bawah ini.

 Satelit LAPAN

 Satelit LAPAN

Q: Apakah satelit yang diluncurkan tidak menabrak kubah langit?

A: Satelit diluncurkan sampai ketinggian lebih dari 400 km, misalnya satelit LAPAN A2 diorbitkan pada ketinggian 650 km. Tidak ada kubah langit. Ini video peluncuran satelit LAPAN A2 dengan roket India.


Q: Apakah dapat dibuktikan satelit itu ada? Apakah LAPAN mengendalikan sendiri satelitnya?

A: Pendalian satelit, komunikasi data, dan perolehan datanya menjadi bukti keberadaan satelit. Penggunaan satelit untuk siaran TV dan komunikasi data perbankan untuk ATM menjadi bukti pemanfaatan satelit yang langsung dirasakan masyarakat. Kalau diperlukan pembuktian langsung, silakan berkunjung ke Pusat Teknologi Satelit, LAPAN di Bogor. Di situlah dikendalikan satelit milik LAPAN.

 Satelit LAPAN

Q: Apakah satelit di orbit bisa dilihat, untuk membuktikan keberadaannya?

A: Satelit yang kecil tidak ada terlihat karena terlalu jauh (ketinggian umumnya lebih dari 400 km). Hanya ISS (International Space Station) yang ukurannya sangat besar — hampir sebesar lapangan bola) yang dapat dilihat dengan teleskop.

 Satelit Dan ISS

Q: Kalau bumi benar bulat, mengapa horizon permukaan air laut dan jembatan terpanjang tidak terlihat melengkung?

A: Jari-jari bumi sekitar 6.300 km.  Kalau kita ambil bentangan horizon laut atau jembatan terpanjang sekitar 2 km, maka bentangan tersebut terlalu kecil dibandingkan dengan jar-jari bumi. Coba kita buat skala kecil. Kalau jari-jari bumi dibuat 63 meter (kira-kira setengah panjang lapangan bola), maka bentangan jembatan atau horizon laut hanya digambarkan 2 meter. Garis 2 m pada lingkaran sebesar setengah lapangan bola seperti itu tentu tidak akan terlihat kelengkungannya.

Q: Bagaimana hitungan gerhana matahari tanpa menggunakan siklus Saros?

A: Hitungan gerhana matahari rumit rumusannya untuk difahami awam (bagi yang berminat, rumusan yang disederhanakan bisa dilihat di buku Astronomical Algorithm oleh Jean Meeus), tetapi pada prinsipnya memperhitungkan orbit bumi mengitari matahari, orbit bulan mengitari bumi, dan rotasi bumi. Siklus Saros yang sekitar 18 tahun hanya digunakan untuk menandai karakteristik gerhana yang mirip. Siklus Saros tidak bisa menghitung waktu dan jalur gerhana secara akurat. Dengan perhitungan gerhana yang akurat, NASA telah membuat aplikasi yang bisa digunakan oleh awam untuk menghitung waktu dan jalur gerhana. Misalnya, gerhana 9 Maret 2016 yang melintasi Indonesia.

 Siklus Saros Perhitungan Gerhana

GMT 9 Maret 2016 adalah termasuk Siklus Saros 130. Kita tunjukkan karakteristik jalurnya mirip dengan GMT 26 Februari 1998 yang sama-sama seri Saros 130.

 Siklus Saros Perhitungan Gerhana

*Bersambung dengan pertanyaan lainnya.

Baca Juga : Bantahan Konspirasi Bumi Datar (Serial #0) — Flat Earth Bukanlah Teori, Dongeng Tanpa Landasan Ilmiah

——○●※●○——

Esha Ardhie
Selasa, 03 Januari 2017

Tulisan serial lainnya seputar bumi datar dapat disimak pada halaman berikut, Mengupas Kebohongan Teori Konspirasi Bumi Datar.

[1] Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng Flat Earth Bumi Datar Serial #1


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 10.45.00
Please Feel Free to Share