Nasehat Berharga Ustadz Yazid Jawas Dalam Menyikapi Penguasa Zhalim

Penguasa Zhalim

Menyikapi Penguasa Yang Berlaku Zhalim

Dalam sesi tanya jawab, Ustadz Yazid hafizhahullah mendapat pertanyaan :

"Bagaimana dengan keadaan ulil amri yang ada sekarang ini, yang mereka melakukan kezhaliman..?"

Kemudian beliau menjelaskan :

Antum perhatikan ikhwani fiddin a'azakumullah, di buku "Syarah Aqidah Ahlus Sunnah" telah saya jelaskan bahwa kita wajib mendengar dan taat kepada ulil amri. Kalau ulil amrinya berbuat kezhaliman, kezhaliman tersebut disebabkan karena kezhaliman rakyatnya..

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

وَكَذٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ الظّٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zhalim itu menjadi penguasa bagi sebagian yang lain disebabkan dengan apa yang mereka usahakan.." [QS. al-An'am: 129]

Dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim di dalam kitabnya "Miftah Daris Sa'adah" bahwa tidak mungkin pada masa kita sekarang ini pemimpinnya seperti Umar bin Abdul Aziz, atau seperti Mu'awiyah bin Abi Sufyan, atau seperti Umar bin Khathab, itu tidak mungkin. Imam Ibnul Qayyim ini hidup pada abad ke-7 Hijriyah, yang wafat tahun 751 Hijriyah..

Dijelaskan juga oleh Imam Ibnul Qayyim bahwa penguasa itu mencerminkan keadaan rakyatnya. Kalau rakyatnya zhalim, maka pemimpinnya pun zhalim. Kalau rakyatnya berbuat maksiat, maka pemimpinnya pun demikian. Kalau rakyatnya melalaikan shalat, pemimpinnya pun demikian juga..

Al-Jaza' min jinsil 'amal, yaitu setiap balasan tergantung dengan amal perbuatan kita..

Karena itu dijelaskan dalam Syarah Aqidah Thahawiyah dan juga dijelaskan oleh Syaikh al-Albani rahimahullah, bahwa untuk menghilangkan kezhaliman penguasa yang ada di Negara-Negara Islam, kewajiban Kaum Muslimin adalah :

1. Taubat kepada Allah. Kalau penguasa itu berbuat dosa, maka kita pun berbuat dosa dan maksiat kepada Allah. Kita wajib bertaubat, dan jangan serampangan mengatakan penguasa ini zhalim, ini zhalim. Kita sendiri pun berlaku zhalim dan banyak berbuat dosa..

2. Kita wajib membersihkan diri kita dari noda-noda syirik dan mentarbiyah diri kita, tashfiyah dan tarbiyah di atas aqidah yang benar..

3. Yang ketiga kata Syaikh al-Albani, yaitu mendidik istri dan keluarga kita. Karena kita akan ditanya oleh Allah subhanahu wa ta'ala tentang istri dan anak kita..

يٰٓأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا قُوٓا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

"Wahai orang-orang yang beriman..! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.." [QS. at-Tahrim: 6]

Kita sebagai Umat Islam tidak akan ditanya oleh Allah tentang siapa pemimpin kita, tetapi kita akan ditanya bagaimana kita mengurus istri dan anak kita. Sebab Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ

"Kalian semua adalah pemimpin dan kalian seluruhnya akan dimintai pertanggungjawaban.."

Jadi, melihat kondisi kezhaliman penguasa yang ada saat ini, kita pun banyak berbuat kezhaliman..


Baca Juga : Penyebab Terhinanya Kaum Muslimin (Syarah Aqidah) - Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas

——○●※●○——

Ditranskrip oleh : Esha Ardhie
Selasa, 15 November 2016


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." [HR. Muslim no. 1893]


Blognya Esha Ardhie Updated at: 15.47.00
Please Feel Free to Share